Kategori Mahasiswa Mesir
Inilah hidup kita sebagai mahasiswa. mempunyai beberapa kategori. Bahkan
di film kan, sehingga sudah ditonton semua kalangan. Film yang hasil serapan
dari sebuah novel yang terkenal, begitu juga penulis nya dikenal dalam kalangan
dunia penulisan. Yaitu film “Ketika Cinta Bertasbih” (KCB) dan “Ayat-Ayat
CInta”(AAC).
Film yang menjadi latar sebuah negara yang dituju semua
orang. Dan didalam nya kampus tertua dan punya peran penting bagi dunia. Begitu
juga negara ini menjadi panutan atau sebuah kiblat ilmu. Ilmu apa saja bisa di
dapatkan di engara tersebut. Negara tersebut adalah Mesir yang terdapat
didalamnya Universitas Al-Azhar.
Beribu-ribu mahasiswa yang belajar disana, sehingga
bermacam-macam karakter yang didapatkan.
Bukan hanya karakter yang bermacam-macam. Tetapi kefokusan atau kesenangan yang geluti bemacam-macam:
Bukan hanya karakter yang bermacam-macam. Tetapi kefokusan atau kesenangan yang geluti bemacam-macam:
Pada penulisan ini saya akan menyampaikan beberapa kesibukan
yang digeluti oleh mahasiswa Al-Azhar atau bagi mahasiswa pada umumnya,
seperti:
1. Mahasiswa yang Rajin Kuliah
Membaca pernyataan tersebut biasa aja, karena seorang
mahasiswa rajin kuliah itu biasa. Tetapi itu luar biasa. Dan mahasiswa yang
sangat rajin kuliah lebih memilih tempat tinggalnya di dekat kuliah atau lebih
dikenal dengan Darrosah. Yang berada didalamnya masjid Al-Azhar, begitu juga
maqom Sayyiduna Husein. Orang ini selalu memikirkan harus kuliah. Itu
kewajiban.
2
2 2. Mahasiswa yang Rajin Talaqi
Mereka adalah para Ahbab atau Talaqer yang sering kami
sebut. Tidak hanya dia menghadiri talaqi. Mereka sangat ta’zim juga kepada para
masyaikh. Kemana pun syaikh itu mengajar, mereka segera mendatangi walaupun
jauh dari tempat tinggalnya. Bahkan syaikh juga suka mengadakan dauroh, seperti
dauroh di Alexandria, Masjid Azhar, bahkan PPMI mesir juga mengadakan dauroh
juga sehingga para masyaikh menjadi pembicara.
3 3. Mahasiswa yang Sibuk
Organisasi
Inilah mahasiswa yang sangat peduli. Mereka tidak hanya
memikirkan dirinya saja tetapi memikirkan orang lain. Mereka orang yang
berusaha mengatur setiap mengatur pergerakan bahkan membuat acara edukasi untuk
membangun pola fikir mahasiswa. Tidak hanya itu, mereka juga ingin membangun
kader kader untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Dan orang ini suka
disebut dengan organisator.
4 4. Mahasiswa Pembisnis dan
Pekerja
Sebuah sambilan untuk mencari uang sendiri. Hanya saja
mereka ini lupa dengan kewajiban nya itu yaitu kuliah. Maka dari itu dia selalu
ingin mendapatkan uang secara mandiri. Dengan latarbelakang yang berbeda-beda.
Ada yang mungkin keluarga nya kurang untuk membiayainya, memang ingin membangun
bisnisnya, ingin kerja mendapat uang dan lain-lain. Ini tidak sia-sia bagi
semua orang. Karena itu sebuah keahlian yang bisa kita lakukan untuk kembali ke tanah air.
Itulah beberapa kegiatan secara keumuman kehidupan di mesir.
Karakter tersebut sudah dituangkan oleh 2 tokoh utama di film KCB dan AAC.mengamati
dengan cermat itulah pesan yang ingin disampaikan, berikut penjelasannya.
1 1. Abdullah Khoyrul Azzam di
film KCB
Tokoh ini diawal filmya menyatakan seorang mahasiswa
Al-Azhar yang menjadi koki pada acara KBRI Cairo. Tentu sajalah hebat. Dapat
kita tentukan bahwa dia adalah kategori yang nomor 4. Namun setelah kita
cermati dan semakin lama kita menonton. Seorang ibunya mengatakan bahwa dia
orang yang pintar bahkan ujian nya bagus terus. Suda tentu bahza Azzam adalah
orang yang rajin kuliah. Namun dia mengendurkan semangat kuliah untuk tidak
lulus agar bisa bekerja membiayai hidup keluarga nya setelah meninggal ayahnya.
Sembilan tahun sudah dia sudah terlalu lama di mesir. Bahkan
teman satu pesawat ketikaberangkat ke mesir sudah menjadi Kandidat Master
Universitas Cairo. Begitu juga adiknya yang sudah menginjak di bangku smp,
sudah mendapat sarjana, dan bahkan menjadi seorang penulis. Berkat suka menulis
surat untuk kakak tercinta. Namun Azzam masih belom mendapatkan gelar sarjana.
Lalu dia pun tidak mau berhenti disitu saja. Timbullah rasa
cinta dan ingin sekali untuk menikah. Dapat lah seorang wanita pujaan hati.
Tetapi ternyata wanita itu sudahdi khitbah oleh temanya sendiri. Begitu juga
sang ibu dan adik-adiknya menginginkan dia pulang ke Indonesia. Dari itu dia
semakin giat untuk belajar. Dan akhirnya lulus dan mendapat predikat jayd jidan.
Disinilah dia menjalankan 2 peran sekaligus.
2 2. Fahri di Film AAC
Seorang yang diawal filmnya adalah sedang mengikuti talaqi
atau pengajian dengan seorang syaikh di mesir. Sehingga beliau bisa setiap
kapan pun curhat dengan syaikh tersebut. Bahkan ketika seorang mengirim surat
langsung diberikan kepada syaikhnya. Begitu juga orang yang sangat dekat dengan
fahri juga dan yang menjadi paman dari istri dia, mengatakan bahwa Fahri adalah
murid kesayangannya. Dapat dikategorikan bahwa dia mahasiswa yang sangat rajin
Talaqi.
Dan tak lupa dia juga seorang organisator. Sehingga dia
menjadi ketua PPMI mesir. Memimpin sebagaimana jalannya acara. Bahkan dia
sangat baik tetangga nya, bahkan interaksi dia terjalin dengan siapapun. Tak
kenal ras agama maupun suku. Sehingga pada suatu ketika dia terpaksa untuk
menikahi wanita Kristen yang menjadi mualaf untuk menyelamatkan wanita tersebut
untuk menjadi saksi pada saat pengadilan. Karena atas tuduhan yang tidak pantas
terhadap Fahri.
Demikianlah 2 sosok yang menghiasi karakter di ranah negeri
mesir terkhusus mahasiswa Al-Azhar. Nilai lah sendiri diri anda. Anda termasuk
Azzam Atau Fahri kah. Yang tidak focus kedalam satu jalan. Tapi bisa
memerhatikan yang lain.

Comments
Post a Comment